Minggu, 07 September 2008

-Kisah tentang arti cinta-

Si suami adalah seorang insinyur, istrinya mencintai sifatnya yang alami dan
menyukai perasaan hangat yang muncul di hatinya ketika dia bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, si istri harus akui, bahwa dia mulai merasa lelah, alasan-2 mencintanya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Si istri seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif serta berperasaan halus. Dia merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah dia dapatkan. Sang suami jauh berbeda dari yang dia harapkan. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan mereka telah mementahkan semua harapan akan cinta yang ideal.

Suatu hari, si istri beranikan diri untuk mengatakan keputusan kepadanya, bahwa dia menginginkan perceraian. "Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan" Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaannya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?".
Si istri menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya
pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok." Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan si istri menemukan selembar kertas dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan....

"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya." Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Sang istri melanjutkan untuk membacanya. "Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."

"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.".

"Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu."

"Kamu selalu pegal-2 pada waktu 'teman baikmu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal."

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami."

"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu."

"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu".

"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku." "Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintamu lebih dari saya
mencintamu." "Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu."

Air mata si istri jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi dia tetap berusaha untuk membacanya.
"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu."

"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.". Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".

Rabu, 03 September 2008

Bisikan Sang Pecinta

Engkaulah jiwa tuhan yang merebak dimana – mana. Engkau lebih gagah ketimbang waktu. Apakah engkau ingat saat pertama kita berjumpa, kala cahaya jiwamu menyinari kita, dan dewi cinta menngitari, mendendangkan lagu jiwa?Adakah engkau masih ingat ketika kita duduk dibawah rindang dedaunan yang menyembunyikan kita dari mata kemanusiaan, sebagaimana payung agung yang manudungi rahasia hati dari segala luka?Ingatkah engkau saat kubisikkan selamat tinggal, lalu engkau menghadiahiku ciuman surga di bibirku? Ciuman itu mencerahkanku akan suatu ajaran bahwa bibir yang bermahkotakan gairah cinta mampu menguak misteri langit yang tak terkatakan oleh gemulai lidah.Ciuman itu mengakrabkanku pada bisikan agung yang menyerupai nafas maha kuasa yang telah memasukkan nyawa kepada segumpal tanah hingga menjadi manusia.Nafas itu telah menghantarkan kita memasuki gerbang spiritual, menghanturkan keagungan jiwaku. Ia tetap bertapa di sana sampai kita bertemu kembali.Masih kuingat sewaktu engkau menciumku. Dengan air mata yang membanjiri pipi, engkau berbisik, “Raga memang harus sering terpisah demi kepentingan duniawi, sekalipun hidup itu sendiri kian menjauh akibat kepentingan duniawi Duhai jiwaku yang lain, di manakah engkau? Apakah engkau tetap bangkit di kesunyian malam untuk menikmati detak jantung dan deru nafasku dalam semilir angin suci.Apakah engkau masih mengkhidmati wajahku dalam semesta kenanganmu? Itulah lukisan yang menyerupai wajahku setelah nestapa meriasi wajahku dengan semburat wajahnya.Kenestapaan memang senantiasa menjenterai mataku yang selalu mengimpikan keindahanmu dan menyeka bibirku yang telah engkau basahi dengan ciumanmu hingga kerontang.Kekasihku, dimanakah engkau kini? Apakah engkau menangkap jeritan ini dari kejauhan sana? Apakah engkau masih memahami hasratku? Apakah engkau masih menggenggam jayanya ketabahanku?Adakah jiwa mampu menyampaikan desahan nafas terakhir dari seutas masa remaja yang tengah sekarat ini? Apakah jalan rahasia yang membentang di antara para malaikat dapat menyampaikan padamu segala rengsaku ini?Duhai bintang kejoraku, di manakah engkau? Hidupku hampa tanpa kehadiranmu, lantaran nestapa telah menjamahku. Tebarkanlah senyum manismu ke angkasa, niscaya ia mampu menghidupkanku lagi. Tebarkanlah indahmu ke angkasa, niscaya ia akan menyemangatkanku.Duhai kasih, dimanakah engkau? Kutau betapa agungnya cinta dan betapa. Kerdilnya aku.

My Life Is A Wheel Chair

There's a lot reason i created blog with the title like this,.....

Tekadang kita mikir hidup itu buat apa?untuk siapa?harus bagaimana?

siapa yang akan kita tanya?Thats why i called my life like a whell chair that can spin everywhere but must be guide by ourself so that the chair can still be continues spinning


I hope with this gw bisa share my spinning life with u guys


Hidup itu trus berjalan dan semakin pendek umurnya so if we not do anything for our life, YOU WILL STUCK & WAISTED seperti kursi roda yang karatan dan rusak... damn! we dont wanna do that... right??


So keep smile, positve n happy

Free your mind DAN JANGAN PERNAH ADA ORANG HALANGIN JALAN LO!


Lets do that!